Biasanya blog ini berisi cerita-cerita programming yang telah saya lewati, namun kali ini saya ingin menceritakan tentang nasehat-nasehat dari pacar saya ^_^. Ceritanya dimulai ketika kami selesai makan siang di foodcourt kampus Anggrek. Selesai makan, kami kembali ke lantai 6 menggunakan elevator. Saat itu didalam elevator ada ko Win Ce dan Gunawan. Saya tidak mencermati apa yang dilakukan oleh Gunawan, tapi tiba-tiba ko Win Ce berkata seperti ini: “Gunawan kalo soal Algoritma pinter, tapi kalo soal hidup musti banyak belajar…” . Tiba-tiba Silvia (nama pacar saya) berbisik: “Sama seperti kamu, kalo soal Algoritma sudah pinter, tapi kamu masih harus banyak belajar soal kehidupan”. Saya cukup terkejut ketika dia mengucapkan kalimat tersebut.
Pada sore harinya, ketika waktu telah menunjukkan pukul 18.00 WIB, kami pulang dari Lab Software bersama-sama. Ditengah perjalanannya, kami saling bercerita tentang kejadian-kejadian yang kami alami hari ini. Saat itu ia tiba-tiba berkata seperti ini: “Kamu harus peduli dengan sesama, dengan teman-teman kamu, dengan keluarga kamu, kalo aku lihat sepertinya kamu cuek dengan apa yang ada disekeliling kamu”. Saya terkejut lagi ketika dia mengucapkan kalimat tersebut.
Dua kalimat yang telah dia ucapkan mungkin kedengarannya biasa saja, tapi maknanya sangat dalam bagi saya. Malam harinya saya merenungi apa yang telah dia ucapkan hari itu. Semenjak mulai bekerja di Lab Software, apa yang saya lakukan tiap hari hanya coding, coding dan coding. Saya jarang sekali berinteraksi dengan para asisten yang lainnya. Bukan karena saya tidak mau bergaul (sombong) atau pemalu, tapi karena dari kecil saya berpikiran bahwa kita tidak boleh terlalu mencampuri urusan orang lain. Saya takut kalo apa yang saya lakukan mengganggu kesibukan coding mereka. Saya sadar bahwa saya telah melakukan suatu kesalahanpahaman yang besar
.
Silvia juga menceritakan saya sebuah cerita berikut: “Aku punya 2 orang teman, yang satu pinter banget dan orangnya rajin belajar tapi ngga punya temen(sebut si A). Yang satu lagi ngga terlalu pinter tapi pergaulannya luas (sebut si B). Selesai kuliah, temenku yang B itu bisa diterima disebuah perusahaan yang bagus dan menjadi bos karena punya jaringan pergaulan yang luas, sedangkan si A ngga jadi apa-apa.”
Kemudian Silvia berkata kepada saya : “Aku cerita begitu, bukan mau menceramahi kamu atau apa, aku ingin kamu tahu selain belajar dan kerja keras, pergaulan itu juga merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan seseorang. Aku ingin kamu tahu bahwa aku sayang sama kamu dan ingin melihat kamu berhasil”.
@Pembaca:
Semoga nasehat dari pacar saya juga bermanfaat bagi orang-orang yang juga introvert seperti saya ^_^.
July 9, 2008 at 6:36 pm |
sekalian nimbrung deh…
mau ngasi pendapat juga.
bergaul memang penting, tapi yang lebih penting itu adalah hidup seperti apa yang lu inginkan. berhasil bagi setiap orang itu memiliki arti yang berbeda-beda (gak melulu harus jadi bos, atau punya karir bagus, atau punya banyak uang, atau punya istri cantik, atau yang lainnya). tanyakan kembali apa yg jadi impian lu (bukan hanya sekedar mencari istri :p), dan pikirkan apakah attitude lu yg sekarang bisa membantu lu mencapai impian lu? atau malah menghambat? apakah orang-orang di sekitar lu suka dengan attitude lu yg sekarang? pengembangan diri (gak cuma dalam hal bergaul) itu harus terus kontinu dan bukan hanya ‘penyadaran sesaat’.
menurut gw si B di cerita itu ’sukses’ bukan karena jaringan pergaulannya yang luas, tapi karena dia punya attitude dan kemampuan sosialisasi (soft skill) yang bagus yang mungkin terlatih karena dia banyak belajar dari pergaulannya itu. coba bayangkan A dan B dikirim ke luar negri dimana tidak ada satupun teman/jaringan mereka yang ada di sana. kira-kira siapa yang akan lebih ’sukses’ menjadi bos?
September 14, 2008 at 4:59 pm |
Mungkin anda perlu belajar sama saya..wkwkwk
October 27, 2008 at 10:17 am |
@shu: menurut gw, tetep yang B akan lebih sukses … gw setuju ama silvia …
@eko: bagus ko … akhirnya u punya murid juga setelah u lama berguru ama gw … ^^
April 25, 2009 at 8:37 pm |
@shu
g setuju ama kucrit
krn si A bakal dengan mudah mendapatkan koneksi baru di LN